Banjarmasin, Kalimantan Selatan – Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Banjarmasin menggelar pertemuan penting dengan berbagai komunitas dan sukarelawan pada tanggal 29 Januari 2025 di Banjarmasin Creative Hub. Pertemuan ini membahas rencana penyusunan buku “Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Banjarmasin dari Perspektif Hexa Helix”. Buku ini akan menjadi panduan strategis bagi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di kota Banjarmasin.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Banjarmasin, Farid Fathurrahman, menyampaikan bahwa buku ini akan memuat beberapa pandangan dari beberapa perspektif dan juga analisis komprehensif mengenai potensi dan tantangan ekonomi kreatif di Banjarmasin kedepannya. “Kami ingin memetakan secara detail bagaimana Hexa Helix, yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, media, dan lembaga keuangan, dapat bersinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kota ini selama ini dan kedepannya,” ujarnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai komunitas yang bergerak di sektor kreatif, seperti seni pertunjukan, fotografi, Event Organizer, Umkm, Fashion, Film dan lainnya. Para peserta juga memberikan masukan dan ide-ide untuk penyempurnaan buku Peta Jalan. “Kami sangat mengapresiasi antusiasme dari komunitas dan sukarelawan. Partisipasi mereka sangat penting untuk memastikan buku ini relevan dan aplikatif,” kata Sri Hidayah.
Buku Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Banjarmasin dijadwalkan akan diluncurkan pada bulan April 2025. Komite Ekonomi Kreatif Banjarmasin berharap buku ini dapat menjadi acuan penting bagi para pelaku ekonomi kreatif, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan di Banjarmasin.




