Banjarmasin, Kalimantan Selatan – Pemerintah Kota Banjarmasin terus berkomitmen dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Hal ini terlihat dari upaya integrasi ekonomi kreatif ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dalam sebuah pertemuan yang digelar di Kantor Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) pada Kamis, 6 Februari 2025, berbagai strategi dan langkah konkret untuk memajukan ekonomi kreatif dibahas.
Pertemuan yang Diterima oleh Bapak Dedi Supriatna, Kepala Bidang Litbang, Barenlitbangda Kota Banjarmasin dan dipimpin oleh Ibu Dr. Sri Hidayah, SPd, MSc. selaku Ketua Pelaksana Pembuatan buku Peta Jalan Ekonomi Kreatif Kota Banjarmasin, membahas sejumlah poin penting. Salah satunya adalah integrasi ekonomi kreatif dalam RPJMD, di mana sektor ini diposisikan sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Kota Banjarmasin.
“Ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan diversifikasi ekonomi daerah,” ujar Ibu Sri Hidayah. “Melalui integrasi dalam RPJMD, kita memastikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif menjadi prioritas dan didukung oleh seluruh perangkat daerah.”
Koordinasi Lintas Sektor dan Alokasi Anggaran
Untuk mewujudkan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, diperlukan koordinasi yang kuat antar-perangkat daerah. Barenlitbangda berperan penting dalam memastikan program ekonomi kreatif diakomodasi dalam rencana kerja dan anggaran setiap SKPD. Selain itu, alokasi anggaran untuk pengembangan ekonomi kreatif juga berasal dari berbagai sumber, seperti APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), Corporate Social Responsibility (CSR), dan lembaga filantropi.

Strategi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Beberapa strategi kunci yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain:
- Pembangunan roadmap: Menyusun peta jalan yang jelas untuk pengembangan ekonomi kreatif.
- Memastikan rantai nilai berkelanjutan: Membangun ekosistem yang mendukung seluruh tahapan produksi hingga pemasaran produk kreatif.
- Peningkatan daya saing produk: Memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kualitas dan inovasi produk.
- Pengembangan pasar: Membangun jejaring pasar baik di tingkat lokal maupun internasional, seperti kerja sama dengan Kabupaten Bantul yang memiliki sektor kriya berorientasi ekspor.
Dampak Positif Ekonomi Kreatif
Ekonomi kreatif tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat. Sektor ini mampu meningkatkan kepercayaan diri individu dan menggeser paradigma masyarakat dari pola ekonomi konvensional ke cara yang lebih inovatif.
Keberlanjutan Program
Untuk memastikan keberlanjutan program pengembangan ekonomi kreatif, pemerintah daerah telah mengintegrasikan program ini dalam dokumen perencanaan jangka menengah (Renstra) dan rencana tahunan (Renja) di masing-masing SKPD. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Kota Banjarmasin.

Poin-Poin Penting:
- Ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan ekonomi Banjarmasin
- Integrasi ekonomi kreatif dalam RPJMD dan dokumen turunannya
- Belum ada indikator khusus untuk ekonomi kreatif dalam PDRB
- Sumber pendanaan beragam
- Strategi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang komprehensif
- Dampak positif ekonomi kreatif terhadap masyarakat
- Keberlanjutan program melalui perencanaan yang matang
(Sumber: Akukreatif, 6feb2025)





